• Jl. Raya IX Sukamandi
  • (0260) 520157
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
409 dilihat       18 Juni 2025

Wamentan Sudaryono Panen Padi di Ngawi

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, melakukan kunjungan kerja ke Desa Kendal, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (18/6), dalam rangka panen padi bersama petani setempat. Panen dilakukan menggunakan Alat Mesin Pertanian (alsintan) modern, yakni combine harvester, sebagai bagian dari upaya percepatan tanam dan peningkatan produktivitas pangan nasional.

 
Dalam kesempatan tersebut, Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar mengapresiasi intensitas tanam di wilayah Ngawi yang telah mencapai Indeks Pertanaman (IP) 2,8 atau nyaris tiga kali tanam dalam setahun. Ia mendorong agar semangat tersebut terus ditingkatkan demi mendukung ketahanan pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan petani.
 
“Ngawi ini luar biasa, hampir tiga kali panen dalam setahun. Semangat ini harus kita dorong agar bisa lebih produktif lagi. Kalau bisa dalam dua tahun mencapai tujuh kali panen, tentu dampaknya sangat besar bagi kesejahteraan petani,” ujar Wamentan.
 
Tak hanya melakukan panen, Wamentan Sudaryono juga menyerahkan sejumlah bantuan sarana produksi pertanian untuk mendukung peningkatan produktivitas. Ia menegaskan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) akan terus hadir memberikan dukungan, termasuk mendorong akses Kredit Alsintan bagi petani dan kelompok tani yang belum mendapatkan bantuan langsung.
 
“Kami akan upayakan bantuan sebanyak mungkin. Tapi kalau belum semua bisa dibantu dengan alsintan, kita dorong skema kredit alsintan. Bisa diajukan ke Kementerian, nanti bunganya disubsidi. Ini penting karena panen manual justru sering kali lebih mahal dan lambat,” ungkapnya.
 
Wamentan juga menyampaikan bahwa pembangunan pertanian adalah program lintas partai dan lintas daerah. Ia mengapresiasi kekompakan para kepala daerah, termasuk Bupati Ngawi, yang mendukung penuh program ketahanan pangan nasional.
 
“Semua kepala daerah, dari partai manapun, punya semangat yang sama: membela rakyat. Tidak ada yang menolak program pertanian. Ini semangat kolaboratif yang luar biasa, dan harus terus kita jaga,” tambahnya.
 
Di sisi lain, Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, turut menyampaikan bahwa produktivitas petani di wilayahnya masih sangat bisa ditingkatkan. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat diperlukan untuk mengatasi tantangan di lapangan, terutama persoalan pengairan dan percepatan panen.
 
“Produktivitas di Ngawi ini masih bisa ditingkatkan lagi. Intinya, semakin tinggi produktivitas, tentu kesejahteraan petani juga meningkat. Maka, sinergi antara Kementerian, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Daerah sangat penting untuk menjawab berbagai kendala di lapangan,” ungkap Bupati Ngawi.
 
Bupati juga menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama di wilayah Ngawi, khususnya daerah pegunungan, adalah pengairan. Namun demikian, sejumlah langkah telah diambil, termasuk penggunaan alat untuk mengoptimalkan sumber air dari mata air di wilayah utara.
 
“Kendala pengairan kami atasi dengan sumber air dalam. Beberapa titik sudah menggunakan submersible pump sehingga manajemen air bisa lebih terkendali. Untuk mempercepat tanam, panennya juga harus cepat. Maka sudah menjadi keniscayaan panen dilakukan menggunakan combine harvester,” jelasnya.
 
Ia menambahkan bahwa permintaan combine harvester dari berbagai kelompok tani di Kabupaten Ngawi terus meningkat. Oleh karena itu, ia menyambut baik skema Kredit Alsintan yang digagas Kementerian Pertanian agar petani semakin mandiri dalam pengadaan alat mesin.
 
“Teman-teman kelompok tani juga sudah banyak yang mengajukan permintaan combine harvester ke Kementerian. Kami berharap ke depan makin banyak kelompok tani yang mandiri dalam pengelolaan Alsintan, baik lewat bantuan maupun lewat kredit,” tutup Bupati.

Prev Next

- BBPSI Padi


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan
    22 Okt 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    Wamentan Saleh Mustafa Siap Perkuat Kedaulatan Pangan dan Berantas Mafia Pangan
    09 Okt 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    Angka Tetap BPS: Produksi Padi 2026 hingga Agustus Capai 43,89 Juta Ton
    05 Okt 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    Produksi Padi 2026 Naik, Pasokan Beras di Pasar Tetap Melimpah
    04 Okt 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    Kementan Percepat Irigasi Pertanian 2026, Jaga Pertanaman dan Dorong IP Naik
    02 Okt 2026 - By BBPSI Padi

tags

Panen Padi Wamentan Sudaryono

Kontak

(0260) 520157

[email protected]

Jl. Raya IX, Desa Sukamandi, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat

Kode Pos 41256

Whats App : 085756420179

www.padi.brmp.pertanian.go.id

© 2023 - 2026 Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi. All Right Reserved